TEMA

Pembangunan Kota Baru yang Berwawasan Lingkungan

GENRE

Narasi (drama)

TOKOH dan KARAKTER


  • Asep : diperankan oleh Riki

Seorang pemuda desa berusia 17 tahun yang bandel, keras kepala, dan berpendirian kuat.

  • Siti : diperankan oleh Riska

Seorang gadis desa berusia 17 tahun yang tomboy dan pemberani.

  • Amar : diperankan oleh Fazlurrahman

Seorang pemuda desa berusia 17 tahun yang pemalu, pendiam, penurut dan penakut.

  • Bu Sukma : diperankan oleh Eny

Seorang guru muda di SMA Ceria berusia 25 tahun yang disiplin.

  • Emak : diperankan oleh Desi

Seorang wanita setengah baya yang tidak berpendidikan dan sabar. Beliau adalah Ibu dari Asep.

  • Bapak : diperankan oleh Syarif

Seorang pria setengah baya yang tidak berpendidikan, pekerja keras serta beliau adalah ayah dari Asep dan suami dari emak.

  • Parno : diperankan oleh Setyo R

Seorang pria yang bekerja sebagai tukang ojek.

  • Mrs. Van De Bosch : Dani

Wanita tua keturunan Belanda yang sudah lama tinggal di Kawasan Johar dan ramah.

  • Tuan Besar : diperankan oleh Setyo R.

Pria setengah baya yang mata duitan, licik dan sombong.

  • Jeng Kelin : diperankan oleh Fara

Tangan kanan dari Tuan Besar yang juga sama – sama mata duitan, licik, dan penurut.

  • Walikota Semarang : diperankan oleh Indri

Seorang wanita berusia 30 tahun, beliau adalah walikota yang tegas dan berwibawa.



SINOPSIS 



Ada seorang pemuda yang bertempat tinggal di Desa Ceria, pemuda ini bernama Asep. Ia adalah anak yang bandel dan sangat membenci pelajaran sejarah. Ia merasa sejarah adalah pelajaran yang sangat membosankan hingga suatu saat membuatnya tertidur karena bosan. Bu Suk adalah guru sejarah di SMA Terbuka di desa itu, ia memergoki Asep sedang tidur lelap ketika sedang berlangsungnya pelajaran sejarah.


Bu Suk adalah guru yang tegas dan disiplin meklihat itu Bu Suk langsung memberikan PR sejarah pada Asep. Teman – teman Asep tidak ada yang mau membantu, karena tahu Asep sangat bandel di kelas. Lalu Asep berusaha sendiri mencari tahu dan mengerjakan PR nya itu. Hingga akhirnya ia menjadi pahlawan dalam penyelamatan sejarah bangsa yaitu Kawasan Johar yang kemudian Walikota Semarang memberikan penghargaan pada Asep dan menjadikan Kawasan Johar sebagai alternatif wisata sejarah dan pusat sejarah di Kota Semarang. Demi tujuan untuk melestarikan dan melindungi harta bangsa.


Pada akhirnya Asep bangga bias melindungi harta bangsa yang berharga dan sekaligus bias menyelesaikan PR dari Bu Suk. Ia bertekad untuk belajar untuk lebih menghargai sejarah bangsa dengan tidak tidur pada saat guru menerangkan pelajaran sejarah.


SKENARIO

Opening : ditampilkan judul film yang diiringi oleh music pengiring atau original soundtrack film kami. Menggunakan durasi selama ± 2 menit.



Scene 1

Pada suatu pagi di sebuah SMA Ceria Desa Makmur terdapat beberapa murid yang sedang belajar sejarah. Asep salah satu murid yang bandel dan sangat tidak menyukai pelajaran sejarah mulai membuat ulah di kelas dan membuat Bu Suk marah hingga memberikan hukuman pada Asep.

Setting :

  • Latar : di ruang B 101 Kampus PWK UNDIP jam 08.00 WIB.

  •  Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat hanya empat orang yaitu Asep, Ibu Guru, Amar, dan Siti.

  • Suara Latar : suasana yang tenang yang diiringi oleh dialog antar pemain.

  • Durasi : ± 30 detik.


Amar :(Melihat ke arah Asep)

Asep!”

Asep :(Bangun dari tidurnya dan tampak bingung)

Ibu Guru :”Mengapa kamu tidur? Saya tidak suka kamu tidur waktu pelajaran.Oleh karena itu Ibu berikan kamu tugas untuk menceritakan sejarah tentang Kawasan Johar yang baru saja Ibu terangkan.”






Scene 2

Usai jam sekolah Asep, Siti dan Amar berjalan bersama pulang ke rumah mereka masing-masing.

Setting :

  • Latar : di depan rumah salah satu penduduk yang dijadikan sebagai rumah Asep di Jalan Baskoro jam 08.15 WIB.

  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak tiga orang yaitu Asep, Siti, dan Amar.

  • Suara Latar : suasana jalanan serta ada dialog antar pemain.

  • Durasi : ± 30 detik.


Asep :”Teman - teman kalian bantu Asep ya buat tugas dari Bu Guru.”

Siti :”Ya ampun Asep, itu kan PR kamu ya kamu donk yang bikin. Salah sendiri siapa suruh kamu tadi tidur.”

Asep :(Menoleh ke arah Amar)

Amar kamu mau kan bantu Asep?”

Siti : ”Jangan mau Amar, Asep kan bandel. Biar dia aja yang bikin PR nya.Ayo pulang!”

Amar : (Hanya menunduk, memegangi tasnya dan melambai)

Asep, Amar pulang dulu ya!”





Scene 3

Sesampainya Asep di rumah, ia lalu bertanya pada Emak dan Bapak tentang Johar.

Setting :

  • Latar : di ruang tamu tempat kost salah satu anggota kelompok yang dijadikan sebagai rumah Asep di Jalan Baskoro jam 08.30 WIB.

  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak tiga orang orang yaitu Asep, Emak, dan Bapak.

  • Suara Latar : suasana kekeluargaan dan terjadi dialog antar pemain.

  • Durasi : ± 30 detik.



Asep :”Emak, Asep mau tanya Johar itu dulunya apa ya? Tadi Bu Guru memberikan PR buat Asep tentang Sejarah Johar?”

Emak :(Membersihkan beras di tampah)

Walah tole-tole, emak kan ga pernah sekolah ya emak ga tau. Tanya saja sana sama Bapakmu.”

Asep :(Berjalan mendekati Bapaknya)

Bapak tau tidak tentang sejarah Kawasan Johar, ini Asep dapat PR dariBu Guru.”

Bapak :”Asep, Emak sama Bapakmu iki wong deso mana tau sejarah-sejarah seperti itu. Kalau Asep mau tanya tentang sawah, kebo, sama tanduran ya Bapak jagonya.”





Scene 4

Karena merasa tidak dihiraukan lalu Asep duduk di kebun rumahnya dan merenung.

Setting :

  • Latar : di depan Rumah salah satu penduduk di Desa Dadapan sebagai setting rumah Asep jam 16.00 WIB.

  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat hanya satu orang yaitu Asep.

  • Suara Latar : suasana sore hari, terdengar monolog dari salah satu pemain yaitu Asep.

  • Durasi : ± 30 detik.


Asep :”Kalau gini caranya Asep bisa kena marah sama Bu Guru.”

(Asep lalu mengambil buntalan baju dan pergi meninggalkan rumah)






  Scene 5

  Asep segera melakukan perjalan ke Johar dengan menumpang ojek.

  Setting :

  • Latar : di sepanjang Jalan Baskoro jam 09.00 WIB.
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak dua orang yaitu Asep dan tukang ojek.

  • Suara Latar : suasananya adalah di jalanan, dengan music soundtrack Te Amo by Shayne Ward dan suara kendaraan sebagai suara latarnya.

  • Durasi : ± 30 detik.





  Scene 6

Kemudian Asep sampai di Johar dan berjalan kaki berkeliling kawasan itu.

  Setting :

  • Latar : di Kawasan Johar jam 13.00 WIB.
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak satu orang yaitu Asep.

  • Suara Latar : suasana yang normal di jalanan disertai dengan suara keramaian jalan dan terkadang diselingi oleh music soundtrack Te Amo by Shayne Ward dan Mudah Saja by Sheila On 7.

  • Durasi : 1 menit





Scene 7

Tiba – tiba saat sedang berjalan Asep bertemu dengan nona blesteran Belanda dan Jawa yang sedang membutuhkan bantuan. Asep segera membantu dan berbincang – bincang dengan nona itu. nona itu bernama Miss Van De Bosch.

Setting :

  • Latar : di jalan depan Gereja Blenduk, jam 9.00 WIB.
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak dua orang yaitu Asep dan Miss Van De Bosch.

  • Suara Latar : suasana tenang serta ada dialog antar pemain.

  • Durasi : ± 30 detik.


Asep : ”Mbak, biar saya bantu.”

Miss Van De Bosch : ”Embak? Emank kamu pikir Ai mbak – mbak tukang sayur. Panggil saya miss, understand.”


Sesaat kemudian mereka berbincang....


Miss Van De Bosch : ”Kamu Orang dari mana dan mau ke mana?”

Asep : ”Asep dari rumah mau ke Johar Mbak eh Miss, Asep ingin tahu tentang sejarah Johar sebenarnya. Ini Asep dapat tugas untuk menceritakan sejarahnya Johar.Asep tanya sama Emak dan Bapak Asep di rumah tapi mereka juga tidak tahu.”

Miss Van De Bosch : ”Oh, kamu orang namanya Asep ya. Panggil saja Ai Miss De Bosch.”

Asep : ”Kok dari tadi kamu orang kamu orang dari dulu Asep itu orang, Miss De Bosch.”

Miss Van De Bosch : ”Yah, whateverlah, kalau Asep ingin tau tentang sejarah Johar kamu bisa tanya saja sama Ai oke. Ai ini udah lama hidup di Indonesia tepatnya di Johar. Soalnya papi Ai wong londo yang hobinya travelling dan mami Ai wong Jowo asli, papi Ai falling in love sama mami Ai ya waktu mami Ai lagi jualan lumpia. Soalnya lumpia bikinan mami Ai paling suedap. Kok Ai jadi curhat gini ya? Hehehehe.”

Asep : ”Weleh!”

    (Mengeluarkan buku dan pena dari buntalannya)




Scene 8

Miss Van De Bosch lalu mulai bercerita tentang Johar kepada Asep dan Asep juga terlihat sangat antusias untuk mendengarkan.

Setting :

  • Latar : di sekitar jalan depan Gereja Blenduk, jam 9.00 WIB.
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak dua orang yaitu Asep dan Miss Van De Bosch.
  • Suara Latar : suasana tenang dan ada monolog dari salah satu pemain dan terkadang diselingi oleh music soundtrack sebagai suara latar.
  • Durasi : ± 30 detik.





Scene 9

Kemudian Asep berterima kasih dan berpamitan kepada Miss Van De Bosch untuk pulang karena sekarang Asep akhirnya tahu sejarah tentang Johar.

Setting :

  • Latar : di aman samping Gereja Blenduk, jam 9.30 WIB.

  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak dua orang yaitu Asep dan Miss Van De Bosch.

  • Suara Latar : suasana tenang dan dialog antar pemain sebagai suara latarnya.

  • Durasi : ± 30 detik.


Asep : ”Terima kasih Miss De Bosch sudah bantu Asep belajar sejarah

Kawasan Johar.”

Miss Van De Bosch : ”Ur Welcome Asep. Kalau kamu butuh bantuan lagi calling – calling Ai aja ya.”






Scene 10

Asep kembali melanjutkan perjalanannya berkeliling bangunan bersejarah di Kawasan Johar. Tiba – tiba ia terhenti karena penasaran dengan percakapan dua orang di sekitarnya.

Setting :

  • Latar : di kawasan Kota Lama jam 11.00 WIB.
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak tiga orang yaitu Asep, Tuan Besar, dan Jeng Kelin.

  • Suara Latar : suara kendaraan disertai dialog antar pemain.

  • Durasi : ± 30 menit.


Tuan Besar : ”Jeng Kelin, pokoknya bagaimana juga saya harus bisa menipu orang – orang bodoh itu. Saya akan jadikan Kawasan Johar ini menjadi mall yang besar, apartemen, dan hotel. Apa ini? bangunan kuno, ketinggalan jaman. Bikin alergi, ga gaul juga.”

Jeng Kelin : ”Saya setuju Tuan, 5 menit saya di sini sudah alergi, gatal – gatal. Saya biasanya shoping ke mall. Bukannya ke bangunan seperti rumah hantu gini. Saya yakin, kita pasti berhasil. Kita juga akan kaya.”

Tuan Besar : ”Kita?”

Jeng Kelin : ”ehm,, maksud Saya Tuan pasti berhasil.”

(Menunjukkan ekspresi ketakutan)

Tuan Besar : ”Hahahahaha. Bagus – bagus.”

Asep : (Mengintip dari balik dinding dan tampak geram)

Asep ga bisa biarkan ini terjadi, Asep harus jaga harta peninggalan

jaman dulu ini. Ini kan kekayaan bangsa yang harus dilindungi,

mengapa mereka tega untuk menggantikannya menjadi bangunan

yang modern. Asep harus menggagalkan rencana orang – orang

itu.”






Scene 11

Pada keesokan hari terjadi pertemuan antara Tuan Besar, Jeng Kelin, dan Walikota Semarang. Mereka ingin melakukan perjanjian untuk memperbaiki bangunan bersejarah di Kawasan Johar yang sudah mulai rusak dan menjadikan Kawasan Johar sebagai salah satu alternatif wisata bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan Semarang pada khususnya. Tapi itu hanya akal–akalan dari Tuan Besar dan Jeng Kelin untuk menguasai Kawasan Johar sebagai kawasan yang modern yang penuh dengan mall, swalayan, apartemen, dan hotel.

Setting :

  • Latar : di GSG jam 12.00 WIB
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak tiga orang yaitu Tuan Besar, Jeng Kelin, dan Walikota.

  • Suara Latar : suasana tenang dan disertai dengan dialog antar pemain.

  • Durasi : ± 30 detik.


Tuan Besar  : ”Bu Walikota cukup tanda tangan saja di sini.”

Jeng Kelin : (Menyerahkan map berisi perjanjian kerja sama yang bermaterai)

”Ini perjanjian kontrak kerja kita Bu.”

Walikota : (Menerima map itu)






Scene 12

Tiba – tiba Asep datang dan berniat untuk menggagalkan kontrak kerja itu.

Setting :

  • Latar : di GSG jam 13.00 WIB.
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak empat orang yaitu Asep, Tuan Besar, Jeng Kelin, dan Walikota.

  • Suara Latar : suasana yang tegang dan dilengkapi oleh dialog antar pemainnya.

  • Durasi : ± 30 detik.


Asep : (Berlari)

Berhenti!!!!” Jangan tanda tangan Bu! Mereka itu penipu. Mereka ingin menghancurkan sisa sejarah yang sangat berharga bagi bangsa. Mereka ingin mengubah Kawasan Johar menjadi mall, apartemen, dan hotel. Mereka ingin menghancurkan harta kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya.”

Walikota : (Bingung dan kecewa)

Asep : ”Percaya dengan saya bu, kemarin saya melihat dengan mata kepala saya sendiri mereka merencanakan hal buruk untuk Kawasan Johar ini. Apa Ibu rela bangsa kita menjadi bangsa yang naif karena tidak mau menghargai sisa sejarah bangsanya sendiri. Suatu bangsa yang baik adalah bangsa yang mau menghargai dan memelihara sejarahnya.”

Walikota : (Menjatuhkan surat perjanjian)

Saya sebagai Walikota tidak mentolerir perbuatan jahat kalian. Kalian berdua harus dihukum.”

Jeng Kelin dan Tuan Besar : ”Kaburrrrrrr.”

(Lari terbirit-birit)







Scene 13

Akhirnya Asep diberikan penghargaan oleh Walikota Semarang karena berhasil melindungi sejarah bangsa yang merupakan harta bagi bangsa.

Setting :

  • Latar : di GSG jam 13.15 WIB.
  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak dua orang yaitu Asep dan Walikota Semarang serta beberapa penduduk sekitar Kawasan Johar.

  • Suara Latar : suasana tenang dan disertai dengan music soundtrack sebagai music latar.

  • Durasi : ± 30 detik.





Scene 14

Setting :

  • Latar : di GSG jam 11.30 WIB.

  • Aktivitas : jumlah pemain yang terlibat sebanyak dua orang yaitu Asep dan Walikota Semarang serta beberapa penduduk sekitar Kawasan Johar.

  • Suara Latar : suasana riuh dan diselingi oleh music soundtrack sebagi music latar.

  • Durasi : ± 30 detik.


Asep berjalan menuruni tangga dengan bangga dan puasnya. Seorang Asep yang bandel dan tidak mengerti sejarah bangsa kini ia menjelma menjadi seorang pribadi yang membanggakan dan menjadi lebih menghargai sejarah bangsa. Ia bertekad untuk belajar untuk lebih menghargai sejarah bangsa dengan tidak tidur pada saat guru menerangkan pelajaran sejarah.


Closing : pada bagian penutupan ditampilkan gambar-gambar pemain pada kelompok kami serta namaya. Lalu ditampilkan juga perangkat atau pelaku dalam proses pembuatan film seperti sutradara, produser dan lain sebaginya. Dengan diiringi oleh musik penutup dari film kami. Dan akhirnya ditampilkan ucapan terima kasih kepada Tuhan YME, para dosen pengampu mata kuliah tekom serta pihak-pihak yang telah membantu atau ikut serta. Menggunakan durasi sebanyak ± 5 menit.



-THE END-